sebuah novel yang bercerita tentang crita "cinta sejati"

 

By Nalendro kusumo

Akhir cinta Sejati

Gimana ya kabarnya ibu sudah lama juga aku gak pulang kampong kangen juga rasanya mencicipi masakan enyak yang sedapserta kangen juga rasanya dengan suasana kampung serta teman-teman sekolah ku dulu.rasa kangen itu begitu mengelayuti pikiran ku maklum karena akuSudah hampir 2 tahun lebih meninggalkan kota tercinta dan menetap di Jakarta untuk kuliah.Dalam hati ingin rasanya palang kampung tapi selalu terkendala waktu maklum aku menjadi aktifis di kampus menjadi ketua BEM UI jadi sangat susuh untuk membagi waktu apalagi pulang kampung. Beruntung bulan juni ini ada libur semesteran dan kuliahku sudah selasai tingal skripsi saja, kesempatan ini akan aku gunakan sebaik-baiknya apalagi besok tangal merah dan ada libur  bersama bertepatan hari raya nyepi jadi liburnya panjang “Insya Allah besok kalau gak ada alangan aku ingin pulang kampong tengok ibu mumpung lagi libur semesteran dan libur panjang,” ucapku dalam hati.

“Ya yang alun-alun persiapan,”ucap kondektur bangunkan aku yang terlepap di dalam bus. Saat pertama kali ku jejak kaki ku setelah dua tahun tak melihatnya tanpat banyak yangsudah  berubah di kota ini bangunan bertingkat mulai berdiri berjejer sepanjang jalan membuat aku sedikit kagum juga terhadap kota ku ini ternyata sudah banyak kemajuan  dan perubahan.  Nampak gapura megah menuju pendopo berdiri kokoh membuat megah kotaku tercinta ku ini semakin bagus  selain itu di samping kanan kiri banyak taman-taman tertata rapi dan cantik. Ada satu hal yang masih utuh dan tidak berubah di kotaku ini adalah pohon ringin yang tampak semakin lebat bediri di tengah alun-alun membuatku semakin kagum kerena identitas kota masih di pertahankan tidak  terpengaruh kemajuan jaman.

“ Ifan –ifan ”suara lantang yang tedengar dari arah samping masjid memangilku hingga sadarkan aku dari lamunan saat berjalan  menatap perubahan yang terjadi tentang kota tercinta ini.”eeh eeh iya .“jawab ku Tergagap-gagap. ”gimana kabarmu fan udah lama ya  gak ketemu darimana  fan “Tanya gina safitri. “ Alhamdulillah sehat ,nie baru pulang kuliah ”.  “ kuliah dimana fan ambil jurusan apa”.  ”aku di UI gin ambil jurusan hukum la kamu sendiri.”. “q gak kuliah kok fan,”.  “Ah yang benar,“Tanya ku. “engak-enggak bercanda kok fan, aku di UMY ambil jurusan kesehatan masyarakat”.  “la  nie kok di rumah”.  “ lagi libur semesteran.” Jawabnya.

“oh ya ngomong-ngomong tadi dari Jakarta jam berapa”tanya gina.” tadi dari sana jam 06.00”, jawab ku. “masuk dulu yuk fan,”pintanya. “oh ya gin makasih gampang lain kali saja nanti q maen ke sini lagi, lagian nie udah sore udah kangen sama enyak mau nyusu dulu  he he .”canda ku. “mau diantar po,”Tanya gina. “oh ngak usah trimakasih nie mau jalan saja biar langsing.”jawabku

GinaSafitrisendiri salah satu teman sekolahku waktu smp dulu dan merupakn idola kala itu karena paras yang cantik dan juga orangnya periang.. Banyak anak-anak berebut untuk mendapatkan cintanya termasuk aku.Walaupun akhirnya gagal memilikinya karena dia lebih memilih edo teman aku. Walaupun aku gagal mendapatkan cinta gina tapi aku tetap masih berteman hingga kita sama-sama lulus dan meneruskan sekolah masing-masing. Gina lebih memilih sekolah aliah sedangkan aku sendiri  lebih memilih masuk di SMU. dari mulai situlah akhirnya kita jarang bertemu dan berhubungan.

“Udah lama ngak ketemu ternyata gina semakin cantik saja ,” batinku ku dalam hati. Memory indah masa sekolah dulumenemani perjalanan pulang hingga tak terasa mengantarku sampai  ke rumah.ada haru tersendiri  ketika sampai ke istana mungil ini dimana aku lahir dan besar di sini.Sudah 2 tahun aku tingglkan kondisi masih utuh tanpa tersentuh modernisasi seperti yang lainnya. “Nyak aku berjanji kalau aku sudah kerja dan punya penghasilan sendiri  aku akan perbaiki rumah ini akan akan balas jasa-jasa kamu selama ini yang telah berjuang sendiri membesarkan dan merawat ku hingga sekarang.”janjiku dalam hati.

“Bangun fan ada teman kamuitu” terdengar sayup-sayup suara ibu memanggil ku.”oh ya bu sebentar” sahutku. Tampak di ruang tamu ada sesosok  perempuansudah menungguku  sambil menikmati secangkir  teh yang sudah di buatkan ibu.”oh kamu dian kirain siapa,  gimana kabarnya sudah lama ya kita tidak ketemu, tahu darimana dian kalau aku pulang.” Tanya ku.“ Alhamdulillah baik fan,  kemarin aku ketemu ibu kamu di pasar, ibu kamu bilang kalau kamu pulang kemarin dan aku di suruh main kesini, wah sudah lama gak ketemu tambah ganteng saja kamu ”,canda dian Puspitasari.

Dian sendiri merupakan teman sekolah waktu di smp, dian waktu dulu sempat naksir sama akutetapi  aku tolak maklum waktu itu aku sukanya sama gina.Dianpun tahu kalau q Cuma cintnya sama gina walaupun demikian dian tidak putus asa untuk mengejar cinta ku hingga rela berkorban segalanya salah satunya saat mau ujian dian meminjamkan uang 300 ribu untuk biaya spp yang tertunggak selama 3 bulan,  karena syarat mengikuti ujian adalah harus melunasi  uang spp dain pun meminjamkan tanpa pamrih selain itu banyak pengorbanan yang udah dilakukan untuk aku walaupun demikian entah mengapa aku sulit menerima dian sebagai pacarku apa mungkin cinta ku yang terlalu besar terhadap gina , maklumlah gina merupakan wanita pertama yang membuatku jatuh cinta atau cinta pertamaku walapun orang bilang itu  cinta monyet tapi bagiku tidak karena aku benar- benar cintaku dan cintaku tulus . walaupun akhirnya gina menolak ku tapi rasa cinta  itu begitu tebal hingga aku buta akan cinta dan perhatian dian.

Sudah lama tidak ketemu kami pun asyik ngobrol dan bercanda sambil mengingat romansa waktu dulu sekolah di smp.“oh ya fan kamu masih ingat tidak sama gina cewek tercantik yang dulu pernah kamu taksir tapi kamu ditolaknya,” goda dian.Dengar candaan dian ifan pun malu tampak raut mukany jadi merah dan pucat  Maklum lah walaupun udah masa lalu tapi jujur dalam hati perasaan ku terhadap gina belum berubah benih cinta itu masih belum hilang di hatiku. “itu loh ternyata gina udah putus sama edo lo fan, edo Cuma pelarian saja ,”.”masak sie” jawab ku kaget. “ kamu tau darimana dian kalau edo Cuma pelariannya gina”tanyaku penasaran.”itu dari saudara ku yang rumahnya sebelahnya edo, edo bilang sama saudaraku kalau sebetulnya dia hanya pelarian saja, cinta sejati gina adalah rudi teman satu kampong gina,”terangnya dian. mendengar cerita dari dian aku sempat kaget  yang aku tahu rudi  itu sendiri waktu itu sudah punya pacar  selain itu aku sendiri jugatidak begitu kenal dengan rudi yang aku tahu Cuma waktu sekolah rudi sukanya berantem n selulu malaki teman-temen sehingga akhirnya di keluarin dari sekolah. Waktu rudi dikeluarin sekolah sendiri aku dan gina masih duduk di kelas 1 sedangkan rudi  kelas 3 setelah itu aku tidak tahu kabar dari rudi. Yang aku tahu setelah dikeluarin dari sekolah  rudi di tangkap polisi gara-gara berantem dan mencuri. Dulu waktu masih kelas satu emang aku sering melihat gina jalan bareng sama rudi kemana-mana selalu bersama  kayak orang pacaran. waktu itu q tidak berani mendekati  gina karena gina lebih banyak jalan sama rudi dan semua anak sekolah sudah tau seperti apa rudi itu jagoan di sekolahan . Rasa suka ku kepada gina  sendirisudah tumbuh waktu saat pertama kenal di kelas, maklum waktu itu saya dan gina satu kelas dan duduk bersebelahan. Kedekatan gina dan rudi sudah tidak dapat di pungkiri lagi selain mereka masih satu kampong mereka juga tiap hari berangkat dan pulang bareng selain itu juga  tampang rudi yang ganteng juga banyak memikat kaum hawa .baru setelh rudi dikeluarin banyak cow termasuk aku dan edo berani mendekati gina dan edolah yang beruntung  bisa mendekati gina.

“oh ya dian, la edo sendiri putus sama gina kapan,”Tanya ku. “kata saudaraku sie waktu sma kelas 1 habis rudi keluar dari penjara gina balikan lagi sama rudi dan si edo di putus begitu saja,”. “kasihan juga si edo jadi pelarian gina saja,la sekarang kabar edo sndiri gimana dian,”. ”gak tau ifan udah lama aku gak ketemu jadi  gak  tau kbrnya,”jawab dian.

“La gina sendiri sekarang masih jalan sama rudi gak dian,”. Kalau kata saudaraku sie masih jalan bareng tapi backstreet coz orang tua gina tidakmerestui , kamu tau sendiri kan bagaimana si rudi itu orangnya, ya wajar orang tuanya tidak merestui apalagi kata saudara ku sekarang rudi masuk penjara lagi gara-gara menganiaya orang n orangnya hamper mati di sabet pakai pedang,”jelasnya dian. ”kok gina masih aja suka orang kaya gitu ya, yang diliat itu apanya.kasihahan juga ortunya gina mikirin anaknya yang kaya gitu,”.”Ya gak tau ya mungkin itu yang namaya cinta itu buta,”sahut dian.Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya dian pun berpamitan pulang.

Inalillahi wa inaillahi rojiun telah meninggal dunia dengan tenang bapak bambang suraji  suara itu Terdengar sayup-sayup di telingga maklumlah jarak mushola dengan rumah aku agak jauh jadi informasi dari mushola tidak terdengar dengar jelas.” Siapa yang meninggal  ya itu.”Tanya aku dalam hati. Tak berapa lama ada sms masuk di hp ku.” Fan bapaknyagina meninggal dunia tadi dan di kubur besok jam 1 yok kita takziah,” sms dari dian. Inalillahi wa innaillahi rojiun ternyata orang tuanya gina meninggal kasihan gina di tinggal pergi selamaya oleh bapaknya ,Insya Allah besok aku tak takziah kesana,jawabku dalam hati.” Oke dian besok kita takziah bareng ya,”sms ku ke dian.

Gina tampak terpukul dengan kepergian bapaknyak, tangisnya yang tak henti di dekat jenasah orangtunya membuat aku dan dian pun turut  memeteskan air mata. suasana haru meliputi kediaman gina tampak ibunya gina hanya terdiam memandang satu persatu anak-anaknya  dengan tatapan kosong, mungkin bagaiman kedepanya mengurus anak-anaknya tanpa di damping dengan suami yang di cintainya apalagi melihat gina yang selalu manja terhadap bapaknya. ginasendiri merupakan anak perempuan satu-satunya diantara 3 bersaudara.” Aku turut berduka cita gin, udah gin di ikhlaskan ya kepergian bapak kamu ,jangan nangis ya biar arwah bapak kamu tenang dan di terima di sisiNya yang sabar y hadapi ujian ini ,”bujuk ku kepada gina.”iya… Makasih ya fan udah mau datang kesini ,”jawabnya dengan terisak-isak.

Tiga hariSemenjak kepergian orang tua gina aku pun semakin dekat denganya .Orang tua gina pun welcome akan kedatanganku pasalnya gina ada temenya untuk sekedar curhat dan menghibur gina yang begitu kehilangan di tinggal bpknya bahkan ibunya gina menyuruhku untuk sering main ke tempatnya.Dalam hati ini kesempatan ku untuk mendekati gina cew idaman dan cinta pertamaku bisa dekat dengan kelurga gina.“ fan kamu bisa  kesini gak aku boring nie di rumah terus jalan-jalan yukz”,sms gina .”ok siap gin”,jawab ku dengan cepat.

Tanpa babibu akupun langsung menyangupi permintaan gina, maklum baru pertama kali ini gina ngajak jalan-jalan biasanya Cuma nongkrong di rumah saja sambil ngobrol kesana kemari dan bercanda. kesempatan ini datangnya tidak dua kali aku harus dandan semaksimal mungkin biar gina setidaknya perhatian kepadaku pikirku dalam hati. Tok-tok assalamualaikum pintu rumah gina pun ku ketuk, tak berapa lama terdengar suara  dari dalam ,”wa’alaikum salam”, pintupu dibuka. “ginanya ada bu,”tanyaku kepada wanita separuh baya berumur 50 tahun yang tak lain adalah ibunya gina yang bernama sukinah.”ada nak silkan masuk ginanya lagi mandi”,jawab bu kinah.

“bu mau minta izin mau ngajak gina jalan-jalan boleh ngak”,pintaku pada ibu kinah.”oh ya beleh tapi pulangnya jangan malam-malam ya”, “baik bu”,jawabku. Hari ini momen terindah dalam hidupku karena bisa jalan-jalan dengan wanita  yang paling aku cinta.” Mau keman nie gin,”tanyaku ke gina .”ya udah jalan aza nanti  tak kasih tau tujuannya.”jawab gina.

Di liputi perasaan senang dan bahagia aku pun menjalankan motor dengan santai sambil ngobrol kesana kesini Setelah beberapa menit jalan  gina memutuskan untuk memintaku menuju pekalongan dan aku pun menyangupinya.”ke simpang lima aza yuk”pinta gina. “oke”tanpa di komando motorku kuarahkan kesana. Tanpa rasa curiga moturku kun kuarahkan kesana dalam pikiranku mungkin gina mau mengajak nongkrong di warung tenda disana. Ada berbagai macam warung tenda yang menyediakan berbagai macam menu dengan harga murah selain itu juga tempatnya enak untuk nongkrong. Setelah sampai kesimpang lima bukanya berhenti di tempat warung tenda tetapi gina ngajak lurus  ke jalan merdeka dekat samping simpang lima dimana di samping jalan terpampang  LP Nusa Dua Pekalongan.”ke LP Nusa Dua yuk”,ajak gina. begitu terkejutnya aku tak kala gina ngajak ke Lp tersebut hingga aku ngak bisa bilang apa-apa“kemana gin jawab ku terbata-bata”.”itu ke Lp aku mau nenggok rudi”jawab gina. Aku kira gina udah melupakan rudi ternyata aku salah maklum selama aku main kerumah gina ngak pernah menyebut nama rudi sedikitpun dan ketika di Tanya soal rudi gina pun jarang membahasnya.

Perasaan yang begitu senang lenyap seketika begitu gina mengajaku masuk ke LP tersebut. rasa dongkol marah berkecamuk di hati walaupun tidak kulihatkan dalam sikapku.kalau tau mau ke sini mending di rumah aja pikirku dalam hati. Rasa cemburu begitu menyelimuti aku tak kala kulihat rudi mencium kening gina dengan mesrai.  Aku hanya bisa melihat dari jauh  menatap sepasang sejoli memadu kasih melepas rindu yang selama ini terbelengu tembok penjara yang sementara memisahkan cinta dua anak manusia yang di landa mabuk asmara.”sama siapa yank,” Tanya rudi ke gina.” Sama ifan temen sekolah ku dulu yang rumahnya samping kelurahan itu lho,”jawab gina. Keduanya pun telihat mesra mengumbar senyum ,bercandasetelah lama tidak bersua melepas segenap rindu yang membuncah di kepala.

sudah hampir 15 menityang serasa seribu tahun aku duduk di luar kaya orang tolol memandang tembok dan memandang gina yang asik bermesraan ingin rasanya kupukuli tembok Lp ini dan kutinggal pulang.Tapi rasa itu ketepis karena walupun begitu aku masih punya tanggung jawab bawa untuk mengantar pulang gina sampai rumah sesuia janji ku kepada ibu gina.” Sory ya fan nunggu lama”, suara gina kejutkan lamunanku .”oh ya enggak apa-apa,”jawabku ketus. “yok pulang fan,”ajak gina.”ya” jawabku masih dengan nada ketus.

Hampir sepanjang jalan pulang aku diam engak ngajak ngobrol  gina, motorpun ku jalankan dengan kencang. gina pun rasanya tau apa yang aku pikirkan dan aku rasakan. sesampainya di rumah gina pun curhat sama aku.”oh ya fan sebelumnya aku minta maaf karena tidak memberitahu sebelumnya kalau aku mau minta di antar ke mas  rudi, aku kasihan sama mas rudi udah 2 mingu aku gak kesana selain itu  besok  mas rudi sidang aku harus beri semangat agar mas rudi kuat dan tabah jalani cobaan ini, aku takut kalau bilang sekarang kamu ngak mau antar aku. Di sini aku ngak punya Teman mau minta tolong siapa binggung. Lagian keluargaku ngak memperbolehkan aku keluar rumah kalau ngak penting dan ngak kenalsama orang tersebut. Klau sama kamu kan keluarga ku kan sudah kenal  jadi enggak apa-apa ,kamu sendiri sudah tau kalau hubunganku sama mas rudi tidak di restui ortuku kalau aku bilang sekarang orang tua ku tau aku engak boleh keluar,”jelasnya gina.”kamu kok ngak bilang terlebih dahulu kalau mau minta di antar ke rudi kalau kamu bilang kan tetap aku antar, kamu sendiri tau aku seperti apa, aku kan gak pernah menolak setiap kali kamu minta bantuan,”jawabku.”ya iya sie.”jawabnya gina.

Gina sendiri sudah tau kalau selama ini aku masih cinta dan masih berharap kan cintanya. Akupun dulu sudah pernah menyatakan cinta ke gina kalau q cinta sama dia dan waktu kemarin pun bentuk perhatian dan cinta itu keperlihatkn lagi kegina. Hari ini adalah sidang perdana rudi atas kasus penganiayaan yang di lakukany, gina memitaku ku untuk ngantar ke persidangannya, untuk gina apaun akan aku lakukan meskipun hati ini sakit saat melihat mereka berduaan. Aku pun berperinsip tresno iku jalaran saking kulino atau cinta datang karena terbiasa bersama, siapa tahu dengan sering jalan bareng dan rela berkorban untuknya hatinya gina pun sedikit terbuka untuk ku. Aku harus cari alasan agar orang tua gina mengizinkan keluar .”

Met  pagi bu, ginanya ada”.tanyaku pada bu kina ibunya gina .”ada tu lagi dandan,mau kemana nak ifan,”Tanya bu kinah . “nie mau ke kondangan nikahnya  teman bu,” jawabku agak gemetar maklum aku bohong demi memuluskan rencana gina padahal sebelumya aku engak pernah bohong apalagi sama ibunya gina. Resiko yang aku ambil terlalu besar andai saja ketahuan aku bohong di pastikan gina engak boleh keluar dan di marahi oleh orang tua dan kakaknya, akupun di jamin tidak boleh kesana lagi tapi demi gina resiko apaun akan aku lakukan aku engak tega melihat gina sedih dan menangis. ”ayo fan berangkat,”.” Siap ndan”, jawab ku . “berangkat dulu ya bu,”pamitku pada bu inah.

“ kamu ke sini sama ifan lagi ya yank,” Tanya rudi ke gina.” Iya mas, sory hanya ifan yang bisa dan di perbolehkan ibu temeni aku keluar, jangan cemburu ya mas cinta dan sayang ku hanya untuk mu seorang,”jawab gina dengan manja. “ 2 minggu lagi putusan pengadilan, doa kan saja ya hukuman ku tidak terlalu berat, seandainya nanti aku di hukum lebih dari 10 tahun kamu boleh menentukan pilihan hidup kamu, aku tak menghalanginya ,kayanya ifan juga tulus mencintaimu tidak apa-apa kalau kamu jalan sama ifan aku ikhlas ”ucap rudi. ”enggak mas, aku akan menunggumu meskipun aku lama menunggumu cintaku hanya untukmu seorang.”jawab gina.

Waktu berjalan lambat mengiringi hidupku hamper satu pekan aku lalui tanpa mendengar kabar dari gina sms dan telponpun tidak aktif.  Pikiran dan perasaanku pun kacau takut terjadi kenapa-napa terhadap gina. Apa yang kutakutkan pun terjadiaku mendengar kabar dari tetangga gina yang juga masih saudara dian kalau gina ketahuan menemui rudi di penjara .kabar yang aku dengar salah satu saudara gina memergoki gina datang ke penjara, Untungnya waktu itu aku tidak mengantar kesana .Gina pun di larang keluarganya untuk keluar rumah padahal 4 hari lagi adalah sidang putusan terhadap rudi kasihan gina tidak bisa menemani rudi saat putusan. Dalam pikiran ku aku harus menemui gina kasihan mungkin dengan kedatanganku aku sedikit menghibur dan membantu gina karena aku enggak sanggup kalau melihat gina bersedih.

Aku pun memberanikan diri menemui gina dirumah, sambutan ibi kinah terhadapku masih baik maklum bu kinah enggak tau kalau aku juga sering mengantar gina nemui rudi ke penjara malah ibu kinah curhat panjang lebar terhadapku. ” kamu tau enggak nak ibu ini malu di gunjing tetangga kalau anak ibu gina pacaran sama rudi preman kampong yang bolak-balik masuk penjara, gara-gara tekanan batin itu bapak gina sering sakit-sakitan beban mental tiap ketemu orang pasti di gunjing siapa yang kuat nak, apalagi gara-gara rudi juga kuliah gina berantakan nilai gina jeblok disana ada yang bilang gina enggak pernah masuk kuliah main sama rudi terus rasanya udah enggak kuat hadapi kelakuan gina kalau di larang pasti berontak, ibu harus bagaimana lagi”curhat bu kinah. Akupun enggak bisa ngomong mendengar curhat ibunya gina tersebut. Tak berapa lamapun gina datang tampak matanya sembab dan bengkak kaya habis nangis. Ginapun mengajak ngobrol di teras rumah biar enggak kedenger ibu.

“fan, q minta tolong pinjami uang 10 juta buat nembak jaksa supaya mas rudi dapat keringanan hukuman, jumat besok harus udah dikasih aku binggung mau minta tolong sama siapa lagi selain kepadamu fan,”ucap gina sambil meneteskan air mata. Uang 10 juta buatku sangat banyak aku bingung harus berkata apa kepada gina akupun enggak tega melihat cewek yang aku cintai  terus menangis.”Insya Allah gin nanti aku usahakan,”jawabku.

Haruskah aku jual motor peninggalan bapak atau pinjam ke ibu tapi aku kasihan kalau pinjam ibu udah terlalu  banyak berkorban untukku, akupun binggung bagaimana menghadapinya. ”kok melamun fan, ada masalah ya..”Tanya ibu. “enggak kok bu”,jawabku tegagap gagap. Akupun memberanikan diri ngomong ke ibu untuk menjual motor peninggalan bapak dengan “bu beleh enggak q mau jual motor ini,” .”untuk apa kamu mau jual motor ini, ini kan harta satu-satunya peninggalan bapak kamu yang paling berharga,”.jawab ibu. Akupun menceritakan semua uneg-uneg kepada ibu tentang semuanya dan ibu pun memahami  keadaan ku. ”motor ini enggak usah di jual kamu gadaikan saja nanti biar bungganya ibu yang bayar dan inget pesan ibu berani berbuat berani bertanggung jawab jangah pernah menyesali apa yang menjadi keyakinan dan pilihan hatimu meskipunnanti  pahit rasanya,”.ucap ibu

Uang sudah terkumpul 5 juta kurang 5 juta lagi bagaimana aku harus menutupi kekeurangan tersebut terlintas begitu saja dalam  pikiranku untuk meminjam uang ke dian.”nie fan q ada uang tapi aku mohon kepada kamu tolong kamu pikirkan benar-benar tindakan mu ini, aku tahu kamu cinta gina tapi kamu tahu enggak kalau gina juga mencintai rudi lebih dari segala-galanya aku takutnya nanti kamu kecewa, bukanya kenapa-kenapa aku kasihan sama kamu saja fan kalau cinta kamu tak terbalas setelah banyak berkorban buat gina, lagian kamu enggak kenal siapa itu gina dan rudi sebenarnya, kamu kenal gina hanya waktu sekolah saja dan baru ketemu lagi setelah 10 tahun dan sekarang kamu dekat baru 1 bulan kamu enggak tau sifatnya seperti apa, kamu jangan hanya mengejar cinta buta berpirlah logis,”ucap dian.” Oh ya makasih atas saranya tapi aku yakin akan perasaan dan pilihanku,”jawabku. ”oh ya klau begitu aku sebagai teman hanya bisanya memberikan saran selanjutnya terserah kamu karena kamu yang akan menjalaninya, saranku kamu jangan pernah menyesali apa yang telah kamu pilih,”ucap dian.

Proses pengadilanpun telah selesai dengan putusan penjara 2 tahun buat  rudi, gina pun tampak ceria setelah mendengar kabar kalau rudi hanya di tuntut penjara 2 tahu dari dakwaan 10 tahun penjara maklum gina tidak bisa mengadiri waktu putusan karena tidak di perbolehkan keluaga untuk keluar rumah.  selang satu hari akupun berniat untuk menemui gina untuk mengabari  lebih lanjut tentang  rudi sekaligus aku pun ingin mengungkapkan perasaanku hati ini kepada gina daripada dipendam terus dalam hati walaupun gina sudah tahu kalau aku cinta dari sikap dan perhatianku  tapi tidak ada salahnya lagi kalau gina tahu langsung dari mulutku sendiri.

“gin udah lama perasaan ini aku pendam  sejujurnya aku suka kamu,  jujur  aku akui aku enggak bisa hidup tanpamu ,aku pun tahu kamu sudah ada yang punya tapi aku enggak bisa pendam rasa cinta ini,”ucapku ke gina. Meskipun nanti cinta aku di tolak tetapi setidaknya hati ini sudah lega bisa mengungkapkan perasaanku ke gina .” sebetulnya aku juga sayang kamu fan tapi aku tidak mungkin meninggalkan mas rudi, aku doakan kamu bisa menemukan wanita yang lebih cantik, lebih baik dari aku, maaf ya fan…tapi nanti kalau jodoh ya enggak kemana kamu adalah teman terbaiku.”jawab gina.

Mendengar jawaban gina tersebut hati ini terasa tercabik-cabik perasaan hancur lebur ingin rasanya bunuh diri.hari berganti hari kulewati hanya bediam diri dikamar meratapi kisah cinta yang bertepuk sebelah tanggan . melihat kondisiku yang demikian naluri dari seorang ibu pun berbicara ibulah yang memberiku semangat agar tetap semangat karena hidup masih panjang. “ibukan udah bilang berani berbuat berani bertanggung jawab walaupun  pahit rasanya, cinta itu tak harus memilik kalau jodoh enggak bakal kemana, sekarang kamu enggak usah menyesali apa yang telah terjadi kamu harus bangkit nak masih banyak yang harus kamu kerjakan,”ujar ibu. Nasihat ibupun membuatku sadar  kalau cinta itu tak harus memiliki dan tetap bersemangat .

Semenjak gina menolak cinta  akupun jarang main kerumahnya, setiap sms dan telpon dari ginapun tidak pernah aku balas, perasaan kecewa ini masih membekas di hati. “ fan kenapa kok enggak pernah balas sms q kamu marah ya sama aku,”sms dari gina. “enggak kok gin nie aku lagi sibuk bikin skripsi”,balasku. Agar gina enggak curiga kalau aku lagi kecewa  Akupun berdalih sedang bikin skripsi walaupun dalam hati aku kangen sekali ingin melihat paras ayunya.  Untuk melupakan rasa kecewa ini akupun memutuskan untuk kembali ke Jakarta  melanjutkan skripsiku yang tertunda.

“Kamu kesini sama siapa yank”,Tanya rudi ke gina.”sendiri mas, “jawab gina. gina nekat menemui rudi meskipun keluarga melarang menemui rudi.” aku kangen sama kamu mas, aku bosan di rumah terus enggak ada temen, si rudi juga sudah enggak pernah maen setelah aku tolak kemaren .”jawab gina. Gina pun curhat ke rudi tentang semuanya termasuk aku yang menembak gina sambil menangis “oh yang sabar ya yank hadapi cobaan ini kita harus kuat untuk cinta kita,” jawab rudi dengan penuh kasih sayang dengan membelai rambut  gina.

“Kamu dari mana gin, nemui rudi lagi ya,”bentak bambang kakak gina. Gina pun diam tidak menjawab pertanyaan kakany tersebut.plak-plak suara telapak tangan bambangpun mendarat di pipi gina gina pun menangis sesengukan.”kamu ini bisanya memalukan keluarga terus sampai kapan kamu gini terus gin, kamu enggak kasihan sama keluarga, gara-gara kamu juga bapak sakit-sakitan dan meninggal apa kamu ingin melihat ibu seperti itu,”bentak bambang masih dengan nada marah. Ginapun hanya menangis tak bisa bicara sepatah katapun. “udah mbang udah”,suara bukinah menenanngkan bambang.”oh ya gin kamu nanti  akan ibu kirim ke pakde kamu di Kalimantan biar tidak membuat malu keluarga ini,”ucap bu kinah.

Baru tiga bulan di jakarta aku mendengar kabar dari dian kalau gina coba bunuh diri dengan menyayat nadi gara-gara ketauan nemui rudi di penjara. Walaupun aku masih kecewa ditolak oleh gina akupun tanpa piker panjang segera pulang untuk mengetahui kaeadaan gina. “oh ya dian, gina kenapa kok nekat mau bunuh diri,”Tanya aku dian.”denger-denger sie gina nekat nemui rudi di penjara dan ketauan sama keluargany, ibu dan kakaknya marah-marah ,”jawab dian.”la sekarang gimana keadaanya,”tanyaku.“ katanya masih di rumah sakit, beruntung masih ketauan ibunya jadi nyawanya masih terselamatkan. “ jawab dian.

Aku pun bersama dian menyempatkan untuk menenggok gina di rumah sakit untuk mengetahui keadan   gina sekarang sekaligus mensuport gina dan keluarganya. Tampak gina masih lemas infuse dan perban mashi melekat di tangan gina tampak bu kinahpun dengan setia pendampingi gina disamping tempat tidur . Melihat kedatangan ku dan dian ginapun tampak senang walaupun  nampak raut wajah yang  ada rasa sedikit malu. “giman gin kaadaanmu udah mendingan,”tanyaku. Dengan nada masih lemas dan wajah yang masih pucat gina pun menjawab pertanyaanku.”Alhamdulillah udah mendingan, kamu pulang kesini kapan,”Tanya gina. “ nie dari Jakarta langsung kesini, aku di kabari dian kalau kamu masuk rumah sakit akupun langsung kesini,” jawabku.

Setelah ngobrol panjang lebar sama gina akupun nemui bu kinah untuk ngobrol sedangkan gina sendiri walaupun masih lemas asyik ngobrol sama dian. “bu apa ibu enggak kasihan sama gina kalau gina dilarang-larang terus pacaran sama rudi apa enggak takut kalau nanti gina coba bunuh diri lagi, gina itu cinta mati sama rudi seanadainya di larang ginapun semakin nekat bu..kasihan bu tolong jangan terlalu di kekangnya kasihan gina ,”dengan nada memelas akupun membujuk bukinah. Bu kinahpun sepertinya menerima saranku.” kamu benar nak ifan semakin gina di larang semakin nekat Insya Allah ibu coba sedikit demi sedikit tidak terlalu mengekangnya,”ucap bu kinah.

Alhamdulillah bu kinah menerima saranku, ginapun akhirnya tidak jadi di kirim ke saudaranya yang berada di Kalimantan walaun demikian bukinah masih belum memberirestu untuk gina menjalin hubungan dengan rudi.selang berapa hari akupun datang ke rumah untuk menengok gina sekaligus membujuk bukinah untuk merestui hubungan rudi dengan ginaakupun asyik ngobrol panjang lebar dengan bukinah soal gina. Bu kinah pun merespon semua ucapanku dan member restu hubungan gina dan rudi. Aku sering di undang bu kinah untuk kerumahnya maupun ngobrol lewat telpon  Aku dan bukinahpun membuat rencana kelak ketika rudi keluar dari penjara akan segera menikahkan mereka dan akulah yang di tugasi bu kinah untuk mengurus semuanya. Semua rencana tersbut masih di rahasiakan kepada gina akupun tidak di perbolehkan membocorkan soalitu kepada gina.

kedekatan ku dengan bu kinah membuat gina salah paham mengira aku akan di jodohkan dengan gina padahal aku kesana untuk memperjuangkan cinta gina. Ketika aku mau pulang dari rumah gina,  ginapun mencegatku dengan muka masam dan marah.”oh gini ya fan maksud kamusering datang ke sini meminta aku untuk di jodohkan sama kamu,”ucap gina dengan nada keras. ”jangan salah paham gin aku ke sini tidak ada maksud apa-apa aku Cuma ngobrol sama ibu enggak ada maksut apapun,”jelasku. “aku tadi  dengar kamu bicara tentang jodoh-jodoh dengan ibu,”ucap gina masih dengan nada keras.  “sumpah gin,aku enggak ada maksut begitu walapun kamu tau aku cinta kamu tapi aku tidak ada niat seperti itu aku ingin memiliki kamu dari hati bukan karena paksaan, kalau kamu tidak percaya Tanya ibu kamu saja,”jelasku.

Gina pun masih tidak percaya apa yang aku katakan,  gina pun menanyakan semuanya kepada ibunya . bukinah dengan nada datar memberi jawaban yang sama seperti aku. Itu membuat gina semakin yakin kalau ibunya mau menjodohkan aku dengan gina.  gina pun curhat menemui rudi kepenjara.” Mas kayaknya ibu mau menjodohkan aku dengan ifan gimana ni mas, apa yang harus kita perbuat,”ucap gina.”gima nanti aku kasih pelajaran biar ifan enggak dekati kamu lagi,”jawab rudi. Gina pun meng iyakan semua yang dikatakan rudi.

Waktupun perjalan tak terasa aku sudah lulus jadi sarjana dan berharap segera memperoleh pekerjaan agar bisa membahagiakan ibu dan membalas jasa-jasanya. Setelah coba melamar kesana-kesini akhirnya akupun mendapat kerja walaupun sempat ngangur 6 bulan maklum cari kerja sekarang susah kalau tidak ada koneksi. Akupun berjanji dalam hati kalau nanti gajian pertama akan aku berikan  untuk ibu.

 ”fan bisa ke rumah ibu enggak”,telpon bu kinah.”oh ya bu ,”jawabku.”ada apa bu, oh ya la ginanya kemana bu,”tanyaku ke bu kinah. ”gina lagi ke pasar beli makanan,  gini nak ifan sebulan lagi rudi keluar penjara  gimana rencana kita kamu jadi bantu ibu enggak,”Tanya bu kinah. Akupun kaget mendengar ucapan ibu ternyata rudi keluar penjara lebih cepat dari masa tahanan dari 2 tahun menjadi 1 tahun 2 bulan.Ternyata rudi di penjara berkelakuan baik dan mendapat keringanan hukuman atau remisi.”oh ya bunanti aku bantu dan persiapkan semuanya.”kataku.Persiapan sudah selesai semua gina pun belum tau semua rencana yang telah aku susun dengan ibu kinah. Rencananya  bu kinah akan memberi kejutan ke gina h-3 sebelum akad nikah.

Alhamdulillah hari ini aku gajian pertama nanti akan aku berikan kepada ibu sebagai ucapan terimakasih telah membesarkan ku dan menyekolahkanku seorang diri. Ketika pulang kerja perasaan ifan sepertiada  2 orang berboncengan yang membuntuti motornya dari gerak geriknya pun sangat mencurigakan. Benar apa yang ifancurigakan orang tersebut memetnya saat melawati jalan sudirman Pekalongan, salah satu orang tersebut menendangnya, motor ifanpun jatuh.”Cepat berikan dompetmu atau kamu mati,”bentak salah satu orang yang memepet ifan tadi.ifan pun sempat melawan karena uang itu akan di berikan ibu. Tanpa di nyana salah satu perampok tesebut menusuk ifanbeberapa kali dari belakang  ifanpun roboh seketika.

Darahpun bercecer di tubuh ifan Beruntung nyawanya masih bisa  terselamatkan karena mendapat pertolongan dari seseorang  dan di bawa ke rumah sakit terdekat. ”bagaimana kondisi anak saya dok”Tanya ibu Nanik yang tak lain ibu kandung ifan kurniawan. “kondisi anak ibu masih kritis karena banyak mengeluarkan darah dan harus segera di operasi karena ginjalnya bocor tertusuk benda tajam,”jawab dokter.” Ya allah kenapa ini terjadi kepada anak saya, salah apa anak saya ya Allah, selamatkan nyawa anak dan berilah kesembuhan anak saya saya ya Allah, hanya kepadamulah aku meminta,”ratapbunanik sambil menanggis tersedu-sedumelihat anaknya yang tergeletak tak sadarkan diri. “sabar ya bu semoga ifan di beri kesembuhan,”hibur dian yang menemani bu nanik menunggui ifan yang  sedang  kritis.

Dian adalah orang pertama kali yang di hubungi polisi tentang kejadian yang terjadi terhadap ifan. Polisi sendiri sempat binggung mencari identitas ifan kerena dompet beserta isinya di bawa kabur sama perampok tersebut beruntung hp ifan tidak diambil dan masih di dalam saku. Di ponsel tersebut ada pangilan keluar atas nama dian dari situ akhirnya polisi mengetahui identitas korban yang tak lain ifan kurniawan. Memang sebelum kejadian ifan sempat menelpon dian untuk minta diantar untuk membeli emas untuk ibunya Polisipun akhirnya memberi tau apa yang terjadi kepada ifan kepada dian.

 Sudah 3 hari ifan belum sadarkan diri dianpun tak pernah meningalkan ifan sedikitpun di rumah sakit, dengan sabar dian merawat dan menunggui ifan di rumah sakit bersama bu nanik.” ibu  pulang dulu sana biar ifan yang nunggu aku nanti ibu sakit kalau kurang istirahat,”pinta dian kepada ibu nanik. ” enggak apa-apa nak dian, ibu masih kuat nunggu ifan di sini ibu enggak tega meninggalkan  ifan kaya ini,”jawab bu nanik sambil menyeka matanya lebam akibat sering meneteskankan air mata.

“aku ada dimana nie,”ucap ifan. Ifan akhirnya sadarkan diri setelah 4 hari koma akibat pendarahan dan luka-luka yang dialami.“Alhamdulillah kamu sudah sadar nak, ini kamu di rumah sakit,”jawab bu nanik ibunya ifan.“ setelah sadar ifanpun bercerita tentang kejadian yang dialaminya kepada ibu.”maaf bu uang ifan hilang di bawa perampok, ifan belum bisa membahagiakan ibu,”bisik ifan kepada sambil meneteskan air  mata.”enggak apa-apa nak ibu senang kalau kamu sudah sadar dan sehat kembali uang gampang dicari lagi,”jawab ibu nanik sambil membelai dahi dan rambut ifan. dian yang sedari tdi melihat percakapan ifan dan ibunya ikut pula meneteskan airmata. ” syukurlah kamu sudah sadar  fan ”Tanya dian.” Iya Alhamdulillah Allah masih memberikan umur panjang bagiku,”jawab ifan.”oh ya nak dianlah yang merawat kamu selama kamu tidak sadar,”. “makasih ya dian telah merawatku maafkan aku merepotkanmu terus,”pinta ifan sambil menjabat tangan dian.

Rencana pernikan gina dengan rudi tinggal 3 hari lagi bu kinah pun belum memberi tahu maksutnya kepada gina. Bu kinah menunggu moment yang tepat untuk memberi tau maksutnya ke gina dan moment itu datang saat gina dan rudi baru saja pulang dari pengajian. “nak ibu ada kejutan buat kalian berdua , ibu akan menikahkan kalian besok 3 hari lagi dan resepsi akan ibu gelar satu minggu lagi setelah akad nikah kalian,”. “ yang benar bu,”Tanya gina dengan wajah sumringah. ” ya nak, ibu sudah persiapkan semuanya kalian tinggal akad saja besok ,” jawab bu kinah.” Trimakasih ya bu”jawab gina sambil memeluk ibundanya

Hari H momen pernikahan gina permatasari dengan rudiyanto pun datang bu kinah di bantu saudara-saudarany  pun sibuk mempersiapkan semua. Dirasa sudah komplet akad pernikan gina dan rudipun segera di lakukan tapi dalam hati bu kinah terasa ada yang kurang, betul saja ternyata tidak tampaknya sosok ifan menjadi pertanyaan tersendiri di hati bu kinah.” Ifan kemana ya kok enggak datang ke pernikan gina hpnya juga enggak aktif,” Tanya bu kinah dalam hati. Bu kinah sendiri belum tahu keaadan ifan yang masuk rumah sakit yang sampai sekarang belum sembuh.

Akad nikah antara gina permatasari dengan rudiyanto segera dimulia dengan bacaan ayat-ayat al quran dan  lebe suherman pun sudah siap menjalankan tugasnya sebagai penghulu. Waktu Akad nikah di ucapkan Nampak  rombongan polisi berjumlah 4 orang datang ketempat acara sempat membuat keluarga bertanda Tanya ada maksud apa ketadangan mereka. Ke 4 polisi tersebut duduk sebentar menunggu jalanya akad nikah selesai berlangsung.Setelah selasai akad salah satu anggota polisi tersebut menghampiri kedua mempelai dan di temui oleh pihak keluarga.“ selamat pagi bapak dan ibu semua maaf menggangu sebentar acara pernikahan ini, maksud kedatangan kami kesini adalah untuk membawa putra putri yaitu rudiyanto dan gina permatasari  ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait penganiayaan dan perampokan terhadap saudara ifan kurniawan, ini surat penahan terhadap kedua tersangka,”ucap salah satu polisi. “yang betul pak,”ucap bambang kakak gina dengan wajah tegang dan serius  yang juga sekaligus selaku wali nikah gina.”betul pak, berdasarkan pengakuan pelaku yang sudah tertangkap mereka mengaku kalau mereka berdualah yang menyuruh untuk menganiaya saudara ifan kurniawan untuk lebih jelasnya nanti temui kami di kantor,”jelas polisi tersebut.

Mendengar hal tersebut  wajahibu kinah seketika berubah merah  dan tidak bisa meredam marahnya sambil berdiri bu kinahpun menampar wajah gina. ” dasar anak durhaka bisanya membuat malu keluarga saja, kamu tahu enggak ibu merestui kamu nikah sama rudi ini berkat ifan, ifanlah yang membujuk ibu untuk merestui kalian berdua dan ifanlah yang mengatur pernikahan kalian serta menyiapkan semuanya, inilah balasnya kalian berdua.  Ibu sudah tidak anggap kamu anak lagi kamu sungguh keterlaluan memalukan ibu di muka umum,”ucap bu kinah dengan nada gemetar dan tangis .tak lama setelah itu bu kinahpun tak sadarkan diri. “ibu maafkan  gina bu mafkan gina bu,”ucap gina sambil terus menangis memangil mangil ibunya. Polisipun lantas membawa gina dan rudi menuju mobil polisi sedangkan bu kinah sendiri di bawa masuk kedalam rumah oleh keluarganya.

Suasana hajatanpun yang tadinya meriah tampak  berubah menjadi hening  tampak para undangan hanya bisa saling perpandangan mlihat kejadian tersebut. Di satu sisi mereka kasihan kepada bu kinah di satu sisi mereka marah dan tidak menyangka kalau kelakuan anaknya seperti itu.”kasihan bu kinah dan keluarganya ya bu anaknya kelakuanya kayak itu padahal bu kinah orangnya baik dan suka menolong,”kata wawan salah satu undangan yang juga masih kerabat bu kinah  kepada istrinya.”kok bisa ya gina dan rudi sejahat itu ya mas sudah di tolong malah mencelakakan orang yang telah membantunya dan membuat malu keluarganya saja,”ucap farida kepada wawan suaminya. Dengan adanya hal tersebut Acara hajatan pernikahan pun  bubar dengan sendirinya.

Setelah 2  minggu lebih di rumah sakit kondisi ifan mulai berangsur membaik ifan pun sudah bisa berjalan sendiri walaupun masih tertatih-tatih.“Dok gimana saya sudah bisa pulang belum,”kata ifan kepada dokter yang memeriksanya.“Insya Allah tunggu 3 hari lagi kamu boleh pulang nunggu luka ini kering dulu,”jawab doter andeas yang menangani ifan selama di rumah sakit.”oh ya ada beberapa pantangan yang harus kamu lakukan setelah  nanti  kamu pulang yaitu salah satunya kamu tidak boleh melakukan kerja yang berat-berat, selain itu kamu tdak boleh minum yang bersoda dan pedas pasalnya ginjal kamu yang satu sudah tidak berfungsi karena luka robek kemarin kamu bisa sembuh total apabila ada yang mau mendonor ginja ke kamu ,” ucap dokter herman.

Setelah mendapat ijin pulang dari dokter , ifan pun akhirnya boleh pulang kerumah. Ketika sampai di lobi Rumah sakit  ifan melihat bambang kakak gina sedang duduk di bangku ruang tunggu, ifanpun segera menghampirinya.” Mas bambang kok disini lagi nunggu siapa,”ucap ifan. Bambangpun sontak kaget melihat ifan datang karena tidak menyangka ifan satu rumah sakit dengan ibunya yang sedang di rawat juga  di rumah sakit tersebut.”nie lagi jaga ibu, ibu sakit kena serangan jantung ,”jawab bambang. ”fan maafkan keluarga kami ya gara-gara kami kamu jadi begini,”ujar bambang. Ifan pun binggung apa yang di katakan bambang  karena ifan belum mengetahui duduk permasalah yang terjadi, bambang pun menceritakan kejadian semuanya kepada ifan  dan ifan tampaknya ikhlas dan menerima permintaan maaf bambang

” La ibu di rawat di ruang mana,”Tanya ifan. ”di ruang mawar no 05 yuk aku antar,”jawab bambang. Di ruang tersebut tampak bu kinah sedang tergeletek lemas dengan tangan di infuse dan oksigen di hidung. ”bu ini ada ifan datang,”ucap bambang lirih di telingga ibunya dan bu kinahpun sedikit demi sedikit mulai bangun. Bu kinah pun mulai sadar dan begitu melihat ifan bukinah pun  langsung menanggis.”nak ifan maafkan ibu dan keluarga ya gara-gara gina kamu masuk rumah sakit sekali lagi maafkan kelaukuan gina ya,”ujar bukinah dengan suara terbata-bata. Melihat bu kinah tersebut akupun tidak tega tak terasa air matanya pun ikut menetes,”oh ya bu aku sudah  maafkan semuanya ku anggap semua sebagai ujianku yang terpentiing ibu kembali sehat seperti semula aku senang,”jawabku sambil terisak-isak .

Setelah sembuh ifan pun menyempatkan main kerumah dian.ifanpun kaget melihat kondisi dian yang pucat. “Oh ya dian wajah kamu kok pucat sekali kenapa kamu sakit ya,”ucap ifan sambil memegang tangan dian.” Oh enggak apa-apa kok fan mungkin Cuma masuk angin saja nanti kalau udah diminumi obat juga sehat,”jawab dian menenangkan hati ifan. Semenjak  di rumah sakit  dan pulang kerumah Ifanpun mulai membuka hati terhadap dian dan butir-butir cinta pun mulia tumbuh di hati ifan.”oh ya dian q mau ucapkan terimakasih kepadamu yang telah merawatku selama aku sakit aku tidak bisa membalas kebaikanmu semua, maukah kamu menjadi pendampingku sampai akhir hayat,” ucap ifan sambil memegan tangan dian dan memasukan cincin ke jari manis dian. Dian pun tersipu dan menganggukan kepala pertanda menerima pinangan ifan.

Di lain pihak berkas pemeriksaan gina dan rudi sudah selesai dan segera di sidangkan para pihak sudah di hubungi oleh penegak hukum termasuk ifan sebagai korban juga sudah di beri tahu sidang akan segera di laksanakan. Ifan sendiri di hadirkan sebagai saksi korban dan sudah mengkorfimasi akankesiapanya datang sebagai saksi dalam persidangan tersebut. Dalam sidang perdana tersebut Ifanpun  datang  bersama calon istrinya dian anggraeni. Saat masuk dalam ruang ifan dan dian  berpapasandengan  gina dan rudi amarah spontan saja keluar dari mulut dian.”oh gini ya gina balasanya, salah apa mas ifan sama kamu, kamu tega gin mas ifan sudah banyak berkorban ke kamu tapi ini balasanya, kamu jahat gin,”. Plek-plek tangan dianpun mendarat di muka gina dan rudi. Ifan pun coba menenangkan dian yang sedan emosi.” Udahdian udah, sabar-sabar enggak usah emosi  ,”ucap ifan sambil memegang tangan dian, gina dan rudipun hanya diam tertunduk tanpa mengucap  sepatah katapun. Sidangpun di mulai ifan pun di pangil sebagai saksi korban dan dalam kesaksian korban ifanpun berkata tidak akan menuntut dan memafkan pelaku. ”yang terhormat pak hakim dan pak jaksa dalam sidangini saya ingin menyatakan bahwa saya tidak akan menuntut kedua korban dan saya memafkan mereka berdua oleh karena itu saya mohon bapak hakim membebaskan mereka berdua,”ucap ifan dalam ruang sidang. Mendengar kata-kata ifan tersebut gina dan rudi meneteskan air mata. Gina dan rudipun menghampiri ifan dan berlutut didepannya seraya menucapkan terimaksah. ”ifan trimaksih ya telah memafkan kami berdua  maafkan kesalah-kesalahan kami berdua yang telah mencelakai kamu sungguh dari lubuk hati kami yang terdalam saya dan gina minta maaf atas ke khilafan kami, kami bedua tidak bisa membalas kbaikan kamu semoga  Allah yang akan membalasnya ,” ucap rudi dengan nada gemetar. Walaupun ifan memaafkan dan tidak menuntut, pengadilan negeri tetap memberikan sanksi kepada mereka berdua dengan hukuman percobaan selama 5 bulan kurungan penjara u

Sementara itu persiapan pernikahan antara ifan kurniawan dengan dian angreani hampir selesai segela sesuatunya sudah di persiapkan dengan matang. Dengan mengambil konsep alam pernikahan ifan dan dian pun dilaksanakan di tempata agrowisata pagilaran dengan latar belakang perkebunan teh menjadikan pernikahan sangat romantis .janji sucipun di ikrarkan oleh mempelai berdua akad pernikahan pun di dilaksanakan dengan di hadiri saudara dan teman dekat mereka berdua.” Dik maukah kamu mendampingiku seumur hidupmu baik dalam susah,sedih dan senang hingga maut memisahkan kita ,”ucap ifan sambil mencium tangan dian.”aku berjanji mas akan mendampingi kamu seumur hidupku baik dalam susah,sedih maupun senang hingga maut memisahkan kita,”jawab dian. Walaupun ifan sudah menyatakan janji untuk sehidup semati dengan dian pada dasarnya cinta sejati ifan hanyalah pada gina. ifan menikahi dian Cuma karena balas jasa atas kebaikan yang telah dilakukan dian terhadapnya walaupunkini  benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hati ifan tapi kadarnya hanya masih 40% yang 60% masih milik gina.

Seiring berjalanya waktu pernikahan ifan dan dian pun tampak romantis benih cinta di hati ifan pun semakin tinggi  karena dian menunjukan  kesabaran, keikhlasanya serta kasih sayang yang  tulus yang membuat ifan kini mulai sayang terhadap dian, bayang wajah gina pun sedikit demi sedikit mulai hilang . Sementara itu rudi dan gina pun telah keluar dari penjara, tampak perut gina mulai membesar  pertanda gina sudah hamil.selepas keluar dari penjara gina dan rudipun berusaha mencari ifan untuk meminta maaf karena saat di penjara mereka berjanji hal pertama yang akan di lakukan adalah meminta maaf ke ifan dan orangtua. Setelah memperoleh info dimana tempat tinggal ifan,  gina dan rudipun akhirnya menemui ifan di rumahnya. Gina dan rudipun belum mengetahui kalau ifan sudah menikah dengan dian.

Gina dan dan rudi pun akhirnya menemui ifan dan betapa kagetnya ternyata ketika mengetuk pintu yang membukakan pintu ternyata dian, dian pun tak kalah terkejutnya  ketika gina dan rudi menyambangi rumahnya.” Gina ….”ucap dian dengan raut  muka kaget . ”dian… ” jawab gina dengan muka  tak  kalah kagetnya. ”silakan masuk,” ucap dian. Gina dan rudi pun dipersilakan oleh dian untuk masuk kedalam rumahnya walaupun dian masih syok kaget akan kedatangan kedua tamu yang tak di undang tersebut. Gina pun menjelaskan maksud kedatanganya ke dian kalau mereka berdua bermaksud ingin memita maaf atas segala kesalahan yang telah mereka lakukan terhadap ifan pada waktu itu. “sebelumnya kami mau minta maaf apabila kedatangan kami berdua telah menganggu kenyaman kamu, kedatangan kami berdua bermaksud untuk meminta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan kami berdua kepada mas ifan, aku mohon kalian berdua sudi menerima maaf dari kami,”ucap Gina. ”dan aku mohon dengan ikhlas mbak dian dan mas ifan sudi memafkan kami berdua,”tambah rudi . “saat ini mas ifan tidak dirumah nanti aku sampaikan kepada mas ifan maksud kedatangan kalian berdua, dan secara pribadi aku telah memafkan kalian berdua dengan syarat kalian berdua tidak akan mengulangi nya lagi dan jangan pernah menganggu keluarga kami serta jangan pernah kesini lagi,” ucap dian. “kami berdua ucapkan terimakasih atas kemurahan hati mbk dian yang telah sudi menerima maaf kami berdua dan kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kami serta tidak akan mengangu keluarga kalian,” ucap rudi.

Semenjak kedatangan gina dan rudi  ada perubahan pada diri dian, dian tampak lebih pendiam serta banyak melamun. Sebagai suami ifan pun mencium gelagat  yang berbeda pada sang istrinya tecinta. “mah kok sudah dua hari ini sering melamun dan menyediri  kenapa ada masalah ya,”Tanya ifan ke dian. “ tidak ada apa-apa kok pah Cuma mamah capek saja,” ucap dian. Dian pun belum menceritakan kedatangangina dan rudi kerumahnya dan memilih untuk menyembunyikanya. “bener gak ada apa-apa mah, tolong  kalau ada masalah bilang saja biar  siapa tau papah bisa membantu,” ucap ifan. ”bener kok pah enggak ada apa-apa kok,”ucap dian yang tetap masih merahasiakan apa yang terjadi kepada suaminya.

Sementara itu, setelah menemui keluarga ifan untuk minta maaf, rudi dan gina pun mendatangi orang tua gina untuk mengutarakan maksud kedatanganya yaitu untuk silaturohmi sekaligus meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah mereka lakukan. Tak di sangka tanggapan  keluarga gina sangat dingin , bahkan mas bambang kakak gina mengusir mereka berdua.”mau apa lagi kamu kesini,  kamu mau menyakiti ibu lagi, dasar anak durhaka bisanya menyakiti orang tua saja,  kamu sudah dianggap mati dan bukan bagian  dari keluarga besar ini,” ucap bambang dengan nada keras . “maafkan kami berdua mas, mas  aku ingin ketemu  ibu sebentar saja kami berdua inging bersimpuh di kaki ibu dan minta maaf mas atas kesalahan yang pernah kami perbuat ,”ucap gina sambil  menangis dan bersujud di kaki  mas bambang. ”pergi sana jangan pernah kembali kesini kami sudah tidak menerima kamu kembali,”ujap bambang sambil melepaskan kakinya dari pegangan gina dan rudi.

Niatan gina dan rudi untuk bertemu orang tua pun akhirnya gagal terganjal sikap mas bambang yang sudah tidak menganggap gina sebagai bagian dari keluarga membuat rasa akan bersalah semakin besar. Gina dan rudipun menyadari akan semua perbuatan yang dulu telah mereka lakukan terhadap keluarga merekapun bertekad tidak akan menyerah untuk meminta maaf kepada orang tua.”jangan bersedih yank Tuhan saja maha pemurah apalagi ciptaanya, kita harus bersabar lain kali kita kesini lagi sampai mas bambabng dan ibu mau memaafkan kita,” ucap rudi beri semangat untuk gina.

Sementara itu dalam selam waktu tiga bulan kemudian kondisi dian semakin memburuk akibat penyakit yang di alami yang tidak di ketahui sama ifan karena selama ini dian hanya diam dan tidak mau bercerita kepada suaminya tentang penyakitnya. Tubuh dian pun tampak semakin kurus dengan mata cekung dan berlahan rambut pun mulai rontok hingga suatu ketika saat ifan pulang kerja mendapati tubuh dian yang tergelatak di lantai.”mah-mah bangun bangun”ucap ifan berusaha untuk membangunkan dian yang tergeletak di lantai. Ifan pun panik melihat istrinya yang tidak bangun  walaupun sudah berusaha keras ia bangunkan. Dengan sekuat tenaga ifan pun membopong tubuh dian kedalam kamar dan berusaha untuk menghubungi rumah sakit tedekat.

“Dok tolong istriaku mohon”ucap ifan dengan muka pucat dan perasaan yang campur aduk melihat isrtinya yang juga belum sadarkan diri.”Iya sabar ya tunggu di luar bair kami perikasa lebih dalam” ucap dokter yang menangani dian. Setelah berapa lama akhirnya dokter keluar dari ruang icu, ifan yang sudah di temani oleh keluarga dari dianpun menghampiri dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi yang dialami oleh dian.”Bapak dan ibu saya mohon harus sabar dan tabah hadapi cobaan ini karena dian terkena kanker stadium 4 tapi jangan kuatir segala penyakit pasti ada obatnya”ucap dokter. Mendengar keterangan dari dokter  tersebut membuat tubuh ifan pun bergetar lemas seperti tersamabar petir disiang bolong. Tanpa disadari tubuh ifan pun berlahan roboh lunglai di lantai dengan berlinang air mata.“sabar ya nak ifan,  yang tabah hadapi cobaan ini,”ucap pak subroto orang tua dian.Walaupun dian dalam keaadan kritis tampak ada ketegaran dalam raut wajah kedua orang tua dian dan nampak sudah siap menghadapi keaadan tersebut berbanding terbalik dengan ifan.  Tampak dari luar tubuh dian tergolek lemas dengan seluruh badan terdapat alat pendeteksi tubuh selain itu infus di tangan sebelah kanan dan oksigen bak mayat hidup yang terpasang berbagai peralatan medis  baik membuat miris siapapun yang melihatnya tak terkecuali ifan yang hanya bisa menangis melihat itu semua.” Ya Allah kuatkanlah hambamu ini menghadapi cobaanMu ini berikanlah kesembuhan pada istri ku tercinta, ya Allah aku tidak sanggup jika hamba harus hidup sendiri aku mohon ya Allah sembuhkanlah istri ku,”doa ifan dalam hati, tampak air mata mengalir di kedua mata ifan.

Setelah 5 hari tak sadarkan diri Nampak sedikit ada perubahan dianpun berangsur-angsur sadarkan diri melihat kondisi itu ifanpun mulai agak sedikit lega melihatnya.”aku ada dimana”, ucap dian.”Jangan banyak bergerak dulu kamu ada di rumah sakit mah kemarin mamah pingsan di ruang tamu,”ucap ifan.”maafkan mamah ya pah sudah merepotkan papah,”.”Enggak apa-apa mah yang penting mamah sehat papah sudah senang” ucap ifan dengan mengenggam tangan dian.”ya udah mamah istrahat saja ya biar cepat sembuh.

Melihat kondisi ifan yang sudah tenang pak subroto orang tua dianpun menceritakan bagaimana kondisi anak semata wayangnya tersebut.” Nak ifan maafkan kami sekeluarga ya sebelumnya karena kami tidak   tidak pernah cerita kepada kamu kalau sebetulnya dian itu udah terkena kanker sudah lama sebelum menikah dengan  kamu dan menurut diagnose dokter di perediksi umur dian tidak panjang tapi prediksi berbanding terbalik saat dian dekat kamu semangat hidup dian sangat tinggi dan mampu melewatkan sampai saat ini tapi entah kenapa tiba-tiba kondisi dian jadi droup seperti ini mungkin ada masalah yang dipendam diam,” ucap pak broto.

Mendengar perkataan dari pak broto ifanpun diam dan meneteskankan air mata melihat pengorbanan sang istri tercinta berjuang  melawan penyakit  dan berjuang untuk mendapatkan cinta ku sedangkan aku sendiri  jarang perhatian sama dian sampai tidak tau kalau dian punya penyakit yang mematikan. Aku Cuma berharap semoga Tuhan memberikan ke sembuhan kepada istri ku tercinta dan aku berjanji kalau dian masih di beri umur panjang aku akan selalu menjaganya dan menyayanginya hingga ajal menjemput kita berdua.

“Nak a pa selama ini kamu bertengkar ya sama dian,”ucap ibu dwi orang tua dari dian. ”tidak bu selama ini aku sama dian baik-baik saja Cuma engak tau kenapa tiba-tiba dian jadi pendiam itu terjadi tiga bulan yang lalu sampai sekarang, tiap saya Tanya selalu bilang gak ada apa-apa Cuma capek saja dan tidak pernah curhat kepada saya apa yang sedang menjadi masalahnya, dan yang saya tahu biasanya tiap malam minum vitamin semenjak 3 bulan sudah tidak pernah mengkonsumsinya lagi” ucap ifan. Mendengar penjelasan ifan bu dwi pun mangut-mangut dan mendengarkanya. “o gitu ceritanya , oh ya nak ifan sebetulnya yang di minum dian itu bukan vitamin tapi obat kanker yang rutin tiap hari harus diminum  tapi kenapa ya dian sampai tidak mau minum lagi pasti ada sesuatu yang di rahasiakanya,”ujar bu dwi. Mendengar apa yang baru di sampaikan ibu membuat akupun semakin merasa bersalah sampai hal kecil kaya itu aku engak tau kalau ternyata yang di minum tiap malam itu ternyata obat kanker “ Ya Allah Maafkanlah hambamu ini yang tidak perhatian sama istri yang paling baik ini,”doa ku dalam hati.

Sementara ituusia kandungan gina pun semakin membesar dan sebentar lagi akan melahirkan membuat gina dan rudi semakin berpikir dan berusaha lebih karena belum ada persiapan apapun kerena terkendala keuangan maklum selama ini rudi hanya bekerja serabutan, untuk sekedar makan saja susah apalagi untuk persiapan biaya persalinan.”mas menurut perhitungan bu bidan kayaknya sebentar lagi aku mau melahirkan gimana sudah ada uang untuk biaya persalinan ini belum mas,”ucap gina. ”sabar ya yank aku lagi cari-cari pinjaman ke temen-temen maupun saudara,”. “doakan bapakmu ya nak semoga bapak kamu bisa  dapat rezeki,”ucap gina pada jabang bayi sambil mengelus-elus perutnya yang semakin buncit.

Saat mereka berdua asyik membicarakan masalah yang akan  mereka hadapi kedepanya tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. Tampak dua orang menunggu didepan pintu satu berawakan sedang dan yang satunya kurus .”assalamualaikum,” ucap seseorang yang bertubuh kurus sambil mengetuk pintu. “wa’alaikum salam”, jawab rudi sambil membukakan pintu.” silakan masuk rief, budi,  tumben ke sini ada gerangan apa,”ucap rudi. Arief dan budipun menerangkan maksud kedatangan mereka berduayang  mau mengabarkan bahwa adiknya rudi si iwan sakit dalam kondisi kritis dan sekarang berada di rumah sakit.  Mendengar kabar tersebut rudi pun terkejut setengah mati.” Iwan kenapa rief bukanya kemarin masih sehat ,”ucap rudi dengan nada terbata-batai gak bisa bicara suaranya sepertitersumbat di tengorokan.

Arief dan budipun menerangkan kronologi  kejadian yang menyebabkan iwan kritis dan masuk rumah sakit.” Kemarin iwan main ketempat ceweknya si fida tak tau kenapa saat pulang iwan di cegat oleh damar dan teman-temanya  dan tanpa tahu masalahnya iwan di keroyok dan dipukuli mereka,” ucap arief.” Beruntung ada bapak-bapak yang melerai dan membawa iwan kerumah sakit,”timpal budi. Mendengar cerita tersebut membuat darah rudi naik emosipun mulai tak terkendali jiwanya yang selama ini tenang mulai terusik seluruh badanya bergetar serasa ada api yang membara dalam tubuhnya yang siap membakar apa yang ada di depanya.

Melihat kondisi suaminya yang mulai terbawa emosi gina coba untuk menenangkanya.”sabar-sabar mas jangan emosi kita serahkan sama polisi saja biar mereka yang menanganinya,” ucap gina. “ingat mas sebentar lagi aku akan melahirkan aku tidak ingin terjadi kenapa-napa kepadamu mas,”ringik gina untuk menenangkan rudi yang sudah mulai terbakar emosi.”ok yank aku janji gak bakal berbuat macem-macam ,”janji rudi ke gina. Rudi bersama arief dan budipun berpamitan ke gina untuk menengok iwan yang berada di rumah sakit.

Melihat kondisi iwan yang penuh luka bahkan wajahnya iwan pun sulit dikenali karena lebam-lebam  membuat rudipun tak kuat dan meneteskan air mata, dalam hatinya pun berkecamuk ingin membalas dendam kepada damar dan teman-temanya yang telah tega melukai adik semata wayangya yang paling dicintai. Iwan sendiri sedari kecil selalu di manja oleh rudi maklum  rudilah yang selama ini merawat iwan karena orang tua rudi bercerai sejak iwan umur 5 tahun dan semenjak perceraian orang tua rudilah yang mengambil alih semua baik memberi nafkah maupun menyekolahkan sampai tamat smp. Rudi dan iwan sendiri selama ini hidup bersama neneknya mbok ijah sedangkan ke dua orang tuan rudi sendiri tidak tau rimbanya entah dimana yang jelas  mereka sudah hidup dengan kelurganya masing-masing. Untuk memenuhi hidupnya sendiri mak ijah hanya berjualan gorengan dan masih mengantungkan sama rudi termasuk untuk menyekolahkan iwan semuanya dari rudi, itu yang membuat rudi sangat menyayangi iwan karena rudi sudah diangap seperti bapak,kakak maupun sahabat oleh iwan dan sewaktu rudi masih dalam penjara iwanlah yang selama ini repot mengurusi proses di peradilan sampai menyediakan kebutuhan rudi selama di penjara.

Selang seminggu di RS kondisi iwanpun belum menampakan perubahan bahkan semakin kritis kondisi tersebut membuat rudi kalut, pusing bingung dan sedih bercampur aduk jadi satu karena  di sisi lain istrinya juga hampir melahirkan sedangkan rudi sendiri belum mempunyai persiapan . Apa yang di kwatirkan rudipun  terjadi adik kesayanganya pada pukul 23.00 menghembuskan nafasnya yang terakhir. Innalilahi wa’inaillaihi rojiun teleh berpulang  ke Rahmatullah Iwan Setyawan bin Warjak tangis pun mengema di sudut ruang dahlia kamar no 2 memecah keheningan malam. “ iwan bangun wan bangun jangan tingalkan kami wan  ,” tangis rudi memecah keheningan malam

Pada pukul 10.00 jenasah iwan pun di makamkan rudi pun tak kuat melihat adik semata wayangnya perlahan di pendam di dalam liang lahat tebuhnya lemas duduk terdiam disamping liang lahat .Sedangkan fida yang selama ini menungui iwan di rumah sakit  melihat kekasihnya di dimakamkan  tak kuat jatuh tak sadarkan diri. Melihat kejadian tesebut banyak petakziah yang iba dan meneteskan air mata karena sebentar lagi fida dan iwan akan menikah selain itu iwan orangnya baik selalu menolong dan orangnya ramah.

“mas yang sabar ya hadapi ujian hidup ini aku kan salalu di sampingmu dalam susah maupun senang,”ucap gina beri semangat kapada rudi. Mendengar ucapan gina rudipun hanya terdiam di benaknya hanya terpikir bagaiman membalas dendam kepada damar dan temen-temanya yang telah tega menghabisi adik kesayanganya karena Sebelum menghembuskan nafas yang terakir iwan sempat merintih kesakitan “mas aduh sakit-sakit, aku udah gak kuat lagi mas tolong jaga Fida ya titip jaga fida jangan sampai kenapa-napa,” pesan iwan sebelum menghembuskan nyawanya.

Selang beberapa hari sejak meninggalnya iwan rudi dapat kabar dari budi kalau dammar dan sugeng berada di lokalisasi bong chino Sugeng sendiri salah satu orang yang ikut mengeroyok iwan . Mendengar kabar tersebut rudipun tanpa pikir panjang langsung menuju lokasi  dengan tergesa-gesa dan sebelum kelokasi rudipun sudah mempersiapkan senjata tajam di balik jaketnya. Gina sendiri gak tau rudi pergi dengan terburu-buru karena sedang tidur seandainya gina tau rudi akanpergi  kaya itu pasti akan di cegah karena gina paham karekter suaminya yang selalu nekat melakukan apapun apabila ada yang menyakiti keluarganya .

Melihat dammar yang sedang  asyik bernyanyi,  tanpa babibu, rudi langsung mendaratkan bogem mentah kearah muka dammar. Mendapat pukulan yang mendadak dammar tak sempat menghindar dan jatuh terhuyun di lantai. “bangsat kamu mar kamu telah membunuh adiku, apa salah adiku ke kamu,”umpat rudi sambil memegangi kerah baju dammar. plek-plek pukulan rudi mendarat di muka dammar, dammar sendiri gak bisa membalas dan tak perdaya karena dalam kondisi mabuk berat. Melihat kondisi dammar yang demikian sugengpun coba tuk menolong dammar, dengan sekuat tenaga sugeng mengambil kursi dan dipukulkan ke rudi,  beruntung rudi sigap dan sempat menghindari  hantaman kursi tersebut. Naas bagi Dammar karena Tak dapat mengelak akhirnya kursi tersebut tersebut menghantam kepala dammar,darahpun mengucur dari tempurung kepala dan mulutnya seketika itu juga dammarpun tak sadarkan diri .menghadapi serangan yang mendadak dari sugeng rudipun sempat  jatuh sugengpun sempat ambil kursi lagi untuk di pukulkan ke rudi lagi, dengan  refleks rudipun mengambil senjata yang ada di balik jaketnya dan jreep-jreep  pisau tersebut menancap di perut sugeng, sugengpun jatuh tersungkur bersimbah darah.

Mendengar keributan yang terjadi di lokasi warga maupun pengunjung di lokalisasi tersebut berdatangan untuk mengetahui apa yang terjadi di tempat tersebut. Beruntung sebelum warga datang  rudipun secepat kilat kabur lewat pintu belakang takut jadi bulan-bulanan massa. Tak berapa lama warga menemukan dua orang tergelatak tak bergerak di lantai bersimbah darah.  Polisi pun segera datang untuk olah tempat kejadian perkara, lokasipun di pagari polis line untuk meneliti dan mencari petunjuk untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut .dalam olah TKP tesebut polisi menemukan ponsel yang di duga milik tersangka. Memeng pada waktu perkelahin tersebut rudi sempat terjatuh dan tak sadar ponsel yang di taruh di saku pun ikut jatuh.

Malam itu juga setelah melakukan pembunuhan terhadap dammar dan sugeng, rudi tanpa pikir panjang melarikan diri ke Jakarta untuk bersembunyi tanpa memberi kabar terlebih dahulu kepada gina istri yang sebentar lagi melahirkan. Perasaan cemas pun melanda gina yang karena dari semalam rudi di telpon handponnya tidak aktif bahkan rudi tidak pulang rumah padahal  tidak biasanya rudi pergi  tanpa  pamit dan tidak pulang rumah.”mas rudi kemana sie sedari malam kok gak pulang aku kok jadi cemas tidak biasanya mas rudi kaya ini, aduh parutku tambah sakit lagi kemana sie mas rudi apa enggak tau ya sebentar lagi aku mau melihirkan,  sudah ku bilang jangan kemana-mana malah ngilang  ,”guman gina sendiri.

Terdengar suara sirenemobil polisi semakin terdengar kencang dan berhenti tepat di rumah gina, tampak empat anggota polisi bersenjata lengkap turun dari mobil tersebut. “ selamat siang bu apa benar ini dari bapak rudi “, “iya benar silahkan masuk ada yang bisa di bantu”,ucap gina. “apa benar ini ponsel milik bapak rudi, kami menemukannya di lokasi pembunuhan dilokasi bong china dan kami mendapatkan sidik jari di pisau yang di gunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan dan  adalah saudara rudi,” .mendengar penjelasan dari kepolisia ginapun  tidak bisa berbicara mukanya pucat pasi keringat dinginpun membasahi seluruh tubuh .”oh ya tolong kerjasamanya kalau suami ibu pulang mohon untuk menyerahkan diri saja sebelum kami melakukan tindakan tegas untuk menangkap saudara rudi.”

Melihat ada polisi perpakain lengkap dan berada di rumah gina warga pun penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi.Di luar rumah tampak warga berdatangan dan coba mendekat  ke lokasi, salah satu polisi mencoba menghalau warga untuk tidak mendekati. sedangkan dua polisi lagi menyisir rumah gina untuk mencari keberadaan rudi yang kemungkinan bersembunyi di dalam rumah.”mas rudi dari tadi malam belum pulang pak,”ucap gina lirih. Ke empat polisi pun akhirnya meningalkan rumah dan meninggalkan gina yang duduk lunglai tak berdaya di kursi. Tak berapa lama warga pun masuk ke rumah gina untuk mencari tahu apa yang terjadi dan di dapati gina yang masih menangis sesengukan .” ada apa bu kok banyak polisi datang kesini,” ucap bu fitri.  Setelah tenang akhirnya gina pun mencritakan apa yang dialaminya tersebut kepada fitri dan warga yang datang.

Sementara itu kondisi dian berangsur semakin membaik walaupun rona wajah masih kelihatan pucat,namun dian sudah sadar dan sudah bisa di ajak berbicara membuat hati ifan lega,”mah papah janji kalau mamah sudah sehat papah akan menemani mamah setiap hari, I love you mah,”ucap ifan sambil mengengam tangan  dan  mencium lembut kening sang istri tercinta.”cepat sembuh ya mah”. Dianpun merespon kecupan ifan dengan senyum .

Sehabis magrib  ifanpun pamitan kepada orang tua dian yang baru datang untuk mencari makan maklum sedari tadi siang belum makan karena tidak ada  yang mengantikan jaga. “ bu titip dian sebentar ya aku ma cari makan dulu,”.” Oh ya nak silahkan,”. Saat mau keluar dari lobi rumah sakit untuk mencari makan ifan tak sengaja melihat wanita dengan perut yang buncit sedang di turunkan dari mobil ambulans dengan wajah pucat dan tak sadar diri .wajah perempuan  tersebut tak asing bagi dirinyaiya itu gina safitri wanita yang pernah paling di cintainya dan sampai sekarang pun rasa itu tetap ada. Apa yang terjadi kepada gina dan mana suaminya rudi yang tak tampak dalam iring-iringan pengantar gina dari dalam mobil ambulans tersebut dan  yang tampak hanya dua orang medis dan seorang perempuan  sepantar gina.

Dengan refleks ifan pun menanyakan kepada petugas medis apa yang terjadi kepada gina,”kenapa ini pak”, “ibu ini jatuh dan pendarahan,”ucap petugas medis tersebut. Petugas tersebut bergegas membawa gina ke ruang IGD (instalasi gawat darurat) untuk mendapat pertolongan dan di iringi oleh perempuan sepantaran gina tersebut.  Ifanpun segera mengikuti petugas medis menuju ruang IGD  dan melupakan untuk beli makan.”mbak apa yang terjadi kepada gina,”ucap ifan kepada mbk yang mengantar gina di depan ruang tunggu IGD . ” ini mas, mbk gina  jatuh di kamar mandi karena lemas sudah dua hari tidak makan  kepikiran suaminya yang  menjadi buronan polisi karena membunuh orang, beruntung anak saya yang biasa maen di rumah mbk gina melihatnya.

“keluarga gina safitri,”pangil seorang perawat.berhubung belum ada keluarga gina yang datang maka ifanpun segera maju memenuhi pangilan perawat tadi.  ”ada apa bu”, “begina pak, saudara gina banyak mengeluarkan darah oleh kerena itu kami membutuhkan segera transfusi darah selain itu kami juga harus melakukan tindakan agar janin yang ada dalam kandungan terselamatkan kemungkinan harus diopersi ceasar harus segera oleh karena itu membutuhkan darah tambahan untuk saudara gina, berhubungan stok darah untuk golongan AB tinggal 2 kita masih kekurangan 3 lagi mohon bapak segera  mencari donor yang sesuai ,”. Mendengar penjelasan perawat tersebut ifan panik dan bingung karena salah satu orang yang pernah mengisi hatinya tersebut dalam kondisi kritis kekurangan banyak darah. Pikiran ifanpun kosong harus mencari kemana, seandainya golongan darahnya sama tanpa pikir panjang ifanpun langsung mendonorkan tapi sayang golongan darah ifan A. “coba ke PMI saja mas”,ucap perempuan yang tadi mengantar gina tersebut.

Meskipun hujan lebat Tanpa pikir panjang ifan segera menjalankan kendaraanya menuju kantor PMI yang berjarak 5 km dari RS karomah. walaupun rasa lelah dan lapar menghingapi ifan di tambah air mulai menggenagi jalanan tak menyurutkan langkah kaki ifan untuk menolong gina. “ ada yang  bisa di bantu mas,” sambut perempuan saparuh baya yang menjaga loket kantor PMI. “ bu kami butuh darah untuk golongan AB untuk saudara saya yang lagi kritis di RS,”, “ Sebentar tak ceknya dulu, mohon maaf untuk stok darah AB di sini tinggal 1 saja,”. Mendengar ucapan penjaga loket tersebut ifanpun bingung karena kurang 2 lagi kemana harus mencarinya lagi.Sebetulnya dalam pikiran ifan terbesit untuk minta tolong bantuan keluarga gina tapi apa mau kelurganya gina mau membantunya kerena gina sudah dianggap mati oleh keluarganya.

“ Tak ada salahnya aku harus ke rumah bu kinah, kasihan gina kondisinya kritis apupun resikonya aku harus minta tolong dan memberitahu keaadaan ,”ucap ifan dalam hati. Kendaraanpun di pacu menyusuri jalan yang icin dan masih tergenangbahkan ifan pun sempat  hamper tergelincir beruntung tidak sampai terjatuh.  Rasa dingin pun tak di pedulikan yang terpikir hanya bisa segera menemui keluarga gina dan segera mungkin untuk mendapatkan bantuan da kesembuhan gina. Waktupun  menunjukan pukul 08.30 ifanpun sudah sampai di kediaman bu kinah orang tua gina safitri,  tampak rumah tersebut sudah gelap dan  lampu ruang tamupun sudah di matikan. Langkah kaki ifanpun di percepat utuk segera menemui keluarga gina pintu,”assalamualaikum,” assalamualaikum,” setelah beberapa kali ucapan salam dan pintu di ketuk terdengar sayup suara lirih dari dalam rumah terdengar,”wa’alaikum salam, oh nak ifan ada apa malam-malam ke sini.”

Setelah di persilahkan masuk oleh bu kinah, ifan pun segera menceritakan kondisi  yang terjadi terhadap gina, mendengar penjelasan ifan bu kinahpun  lemas dan meneteskan air mata. Betapapun marahnya bu kinah terhadap gina waktu itu tak bisa mengingkari hati nurani seorang ibu mengetahui anaknya dalam kondisi kritis hatinya  luluh juga. Ifanpun bersyukur apa yang dipikirkanya tidak terjadi bahkan mas bambang yang begitu keras kepala juga meneteskan air mata mengetahui penderitaan gina dan siap untuk mendonorkan darah beruntung golongan darah gina dan mas bambang sama.

Sementara itu di ruang anggrek tempat dian di rawat, dianpun bangun dan mencari suami tercinta dengan pandangan kosong.“bu mana mas ifan,”Tanya dian kepada ibu dengan tatapan nanar .”lagi beli makan di luar nak,”.” Mas ifan Masih lama tidak bu,” Tanya dian terhadap ibunya. ”tidak tau nak tapi udah dari tadi kok mas ifan cari makanya ,ada apa dian”, “ gak ada apa- apa bu, nie sudah malam apa sudah pagi ya bu”,  “nie sudah malam nak”, “ bu tolong carikan mas ifan aku pingin ketemu”. Tak lama setelah mengucapkan kata tersebut tiba –tiba nafas dian tersengal-sengal, lampu Indikator dalam alat detak jantung bergerak tak beraturan melihat kejadian itubu pur segera memangil suaminya.Bu pur dan suaminya pun panik melihat hal tersebut segeranya mereka memangil dokter jaga.

“dok cepat tolong anak saya “, “baik bu, tolong ibu tunggu di luar biar kami tanggani,”ucap dokter jaga.  Sementara itu Ifanpun terus di hubungi oleh pak broto tetapi handphonny tidak aktif membuat tambah panik keluarga dian.Dokter pun terus berusaha untuk memberikan pertolongan kepada dian tampak ada ketegangan di kedua wajah orang tua tersebut. ”Ya ALLAH berikanlah ke sembuhan kepada anak kami,  berikanlan kekuatan kepada kami untuk menghadapi semua ini , Ya Allah berikanlah jalan terbaik bagi anak kami,” doa bu pur dalam hati.

Ifan ,mas bambangpun dan bu kinahpun sudah sampai  ke rumah sakit mereka bertiga segera menuju ruang IGD tempat gina di rawat.”nak ini ibu kamu harus kuat ya,” mendengar ucapan lirih dari ibunya ginapun merespon dengan mengerakan jari dan berlahan ginapun sadar. “ibu maafkan gina ya”,”iya nak ibu memaafkan kamu, yang kuat ya nak, doa ibu menyertaimu nak “, di kecupnya kening gina oleh bu kinah Ginapun tak bisa membendung airmata yang terus mengalir dari kedua matanya suasana haru begitu tampak saat kedua ibu dan anak di pertemukan lagi. Ifan yang melihat dari luarpun ikut terharu dan meneteskan air mata.

Persiapan untuk operasi ceasar pun sudah siap,  stok darahpun sudah memadai operasi pun sudah siap di laksanakan. ”doakan ya bu semoga lancar operasinya,”. “ibu selalu mendoakanmu nak semoga lancar dan anak kamu lahir dengan selamat,”. Operasipun sedang di lakukan oleh tim medis yang di pimpin Dr. andi. Ketegangan Nampak di rasakan oleh seluruh keluarga gina tak kecuali ifan meskipun bukan bagian dari kelurga Nampak ifanlah yang paling tegang dimana ifan kelihatan mondar-mandir sambil mulut komat-kamit memanjatkan doa  berjalan kesana kemari dan dudukpun tak jenak.

“ pak ifan, pak ifan,” suara lantang dan tepukan di bahu dari seorang perawat sontak kagetkan ifan yang sedang melamun berharap-harap cemas menunggu kelaharin anak dari gina safitri salah seorang wanita yang pernah di cintainya. “ e e ya ada apa bu,”jawab ifan tergagap-gagap. ”mohon maaf pak, bapak di cari keluarga bu dian ada yang penting mau di bicarakan, sekarang ya pak,”.ifan pun segera bergegas menuju ruangan dimana dian di rawat perasaanya pun di gelayuti perasaan cemas takut meninggalkan ginai yang sedang berusaha menyambung nyawa  untuk melahirkan buah hati pertamanya.

Betapa terkujutnya ifan begitu sampai di ruangan dimana dian dirawat tampak kedua orang tua dian diam seribu bahasa dengan tatapan nanar memandangi anaknya yang diam terbujur dan kaku hanya air mata yang mengalir dari kedua kelopak mata.” Maaf  pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin , mungkin ini sudah jadi takdir yang Maha Kuasa,”ucap dokter yang menangani dian kepada Ifan. Bagai tersambar petir di siang bolong ifan hanya bengong shock dan kaget ketika dokter menjelaskan keaadan istri tercintanya, perlahan air matanya pun  menetes ke pipi  mengetahui istri tercinta telah pergi meningalkan dirinya untuk selamanya di dekapnya istrinya dengan erat ,” mah bangun mah jangan tingalkan aku sendiri aku tidak sangup hidup tanpamu, bangun mah bangun,”  akhirnya tangispun meladak dari mulut ifan yang tak sanggup melihat istrinya terbujur kaku teriakanya pun mengema di dalam ruangan. Melihat hal tersebut kedua orang tua dian pun coba menenangkankan ifan yang terus meratapi kepergian istri tercinta dengan mendekap tubuh ifan pak broto coba menenangkan ifan yang terus menerus mengoyang-goyang tubuh dian yang tebujur kaku agar bangun.“ sabar dan ikhlaskan kepergian dian ya nak nie mungkin yang terbaik yang telah di gariskan sang Khalik,” ifanpun dipapah di kursi  agar menenangkan diri .“ istigfar nak ini sudah kehendak Allah SWT,” ucap bu pur coba menenangkan ifan yang terus meratapi kepergian istrinya.

sebelum menghembuskan nafas terakhir dian sempat berwasiat dan menitipkan sepucuk surat yang di titikan kepada kedua orang tuanya yang di tujukan untuk suaminya tersayang.”bu tolong jika Tuhan memangilku aku mohon tolong nanti ginjalku donorkan kepada mas ifan ya bu dan aku titip surat ini tolong nanti di berikan ke mas ifan,” setelah berwasiat tak lama dain punmenghadap kekhadirat Tuhan yang Maha Esa dengan senyum meskipun saat meninggal tak bisa di temani oleh suami tercinta.

“teruntuk suamiku tercinta,

Terimakasihya pah atas waktunya yang telah menamaniku selama ini, bersamamu hidupku menjadi indah walaupun hanya sebentar tapi sangat berarti bagiku. Tiada hari seindah  saat kau mengucapkan janji suci mu itulah moment terindah yang pernah aku miliki memilikimu dengan sepenuh hati dan  akupun berjanji menjaga kesetianku sampai mati walaupu aku tahu hatimu belum sepenuhnya untukku.Terimakasih yah pah telah merawatku selama ini dan mohon maaf kalau selama menjadi istri aku tidak bisa membahagiakan kamu.

Mas ifan tersayang apabila Tuhan memanggil aku mohon ginjal ini ambilah aku tahu kamu sangat membutuhkanya aku pun ikhlas memberikan untuk mas…. Aku berharap dengan ginjalini nanti kamu bisa hidup lebih baik lagi karena kesempurnanmu adalah kebahagianku dan berjaunglah jangan menyerah hadapi cobaan …Jaga diri baik-baik ya pah dari mamah yang selalu mencintaimu” membaca surat dari dian air mata ifanpu tak terbendung menetes dari kedua belah matanya yang semakin membengkak .betapasayang dian terhadap dirinya membuat ifan semakin bersedih di tinggal seseorang yang amat sangat berharga bagi dirinya ifan pun berjanji dalam hati untuk menjaga kesetiaannya pada dian walaupun dian telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.

sementera itu saat yang bersamaan dengan meningalnya dian, ginapun melahirkan anaknya dengan selamat seorang anak perempuan yang cantik. Nampak keceriaan dari bu kinah melihat cucunya lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun dan syukur tak pula dia panjatkan tak kala gina juga selamat setelah berjauang mempertaruhkan nyawa demi sang buah hati lahir di dunia ini. tangis bayi  yang haus semarakan hari-hari gina di rumah sakit kondisi yang lemah belum memungkinkan untuk pulang ke rumah, gina pun segera menyusui buah hati tercintanya.” Bu aku harus bagaimana menghadapi ini semua mas rudi tidak ketahuan rimbanya dan tidak tau kapan pulangnya ,”keluh gina kepada ibunya.” Sabar yo nduk kita pikirkan nanti dulu yang penting kamu sehat dulu “.

Setelah semingu berada di rumah sakit gina pun di perbolehkan pulang ke rumah berbagai acara pun diadakan untuk mengucapakan syukuran atas kelahiran putrinya.  Diah ayu permatasari itulah nama yang diberikan oleh neneknya kepada cucunya tersayang dan gina pun merestui nama pemberian neneknya tersebut. Acara syukuranpun berjalan meriah tanpak tamu undangan sudah berdatangan di dalam kediaaman bu kinah dalam acara hajatan syukuran cucu tersebut. Tanpak seorang pengemis bercaping dengan badan lusuh berpakain compang camping mengamati dari jauh terasa ingin mendekat tetapi tidak berani  Cuma bisa memandang dari jauh dan berharap bisa melihat sesosok malaikat mungil yang di selalu di rindukanya.” Ingin rasanya aku memeluk mencium dan membelai malaikat mungil itu tapi apa daya semua ini, Ya Allah maafkanlah semua kesalahanku ”,batin pengemis tadi yang tak lain ayah dari diah ayu permata sari yang sekarang menjadi buron kepolisian akibat perbuatanya yang telah membunuh orang.

“nduk bagaiman kalau kita menyusul kakakmu yang di Kalimantan saja, ibu kasihan kepada diah kelak kalau hidup disini menjadi bahan olok-olok bapaknya seorang buronan polisi kurasa itu jalan terbaik nak guna perkembangan anakmu nanti,”ucap bu kinah memberikan nasihat dan solusi kepada gina. Mendengar nasihat dari ibunya gina berfikir sejenak dan lamunanya terbang tinggi berandai-andai apabila mas rudi bersabar dan tidak berbuat bodoh akan bahagia dengan di temeni anak-anak yang  lucu-lucu dan cantik.” Kalau menurut ibu itu yang terbaik baiklah aku akan mengikuti nasihat ibu,” setelah persiapan matang keluarga bu kinah pun segera mempersiapkan segala sesuatu menuju ke kailmantan.

Sementara itu semenjak di kepergian  istri tercinta ifan pun banyak murung di dalam kamar seakan meratapi kejadian yang telah terjadi berbagai cobaan silih berganti menerpa dirinya hingga seakan Tuhan tidak sayang kepadanya. “ Ya Allah mengapa kau coba hamba ini sedemikian rupa apa salahku dan dosaku  ya robb, aku sudah gak kuat lagi,” ratap ifan dalam hati. Kini perawakan tubuh ifan pun mulai terlihat kurus tidak seperti semula yang besar kini kelihatanlebih  kurus , kelopak matanya pun masih kelihatan bengkak akibat sering menangis. Ifan yang dulunya riang berubah menjadi pendiam, senyum manisnya yang kelihatan gigi ginsulnya pun juga hilang di tambah lagi potongan rambut yang selalu rapi kini acak-acakan tak tertata bahkan kumisnya di biarkan tumbuh tak terawat jambangnya pun di biarkan tak terurus  tak seperti biasanya yang selalu rapi di cukur tiap hari.

Kondisi yang menyedihkan tersebut membuat bu dwi dan pak broto terenyuh akan keadaan mantunya tersebut di tambah ifan sebatang kara, ibunya yang selalu merawat dan menjadi menyemangat hidupnya sudah satu tahun lalu juga meninggal dunia lengkap sudah penderitaan yang ifan alami.“ nak ifan ikhlaskan kepergian dian ya biar dian tenang di alam kubur sana, sebelum dian meninggal dian sempat berpesan kepada ibu untuk selalu menjaga kamu  kamu harus bangkit nak tidak bagus soorang laki-laki meratapi dan menyerah begitu saja terhadap ujian yang di berikan Allah kepada hambanya, kamu lihat saja dian contohnya meskipun  sudah di vonis usianya tidak panjang tapi dia optimis untuk memperjuangkan hidupnya demi kamu , apakah kamu akan sia-siakan pengerbanan yang telah dian lakukanuntuk kamu dengan menyerah begitu saja “. ifanpunMendengarkan semua nasihat yang di berikan oleh ibu mertuanya. Hari demi haripun berganti tanpak ifan sudah mulai pulih sediakala dan bersiap melanjutkan perjuangan seperti apa yang telah dian titipkan sebelum meninggal yaitu untuk kuat dan dalam menghadapi cobaan hidup .

20 tahun kemudian

Tampak lelaki tua berpakaian kumal sedang mengkais-kais sisa makanan di tong sampah melahap sisa makanan orang tanpa peduli , raut mukanya yang datar tersirat menyimpan beban masalah yang sangat besar terkadang menangis sendiri terkadang  tertawa terbahak-bahak sendiri. Luka kakinya yang mengangga kini sudah membengkak dibiarkan saja di hingapi lalat tak ada seorangpun yang peduli terhadapnya. Sikapnya yang mudah marah-marah membuat orang di sekitar  membiarkan saja lelaki tua tersebut berkeliaran di sepanjang jalan a.yani  Jogjakarta tanpa ada yang mengangunya. Kini Langkah kakinya pun semakin berat ketika berjalan akibat luka tersebut hanya dengan bantuan tongkat yang melakat di tanganya  iamencoba untuk bangun dan berjalan menyelusuri jalan-jalan.

Iya dialah rudi nama lelaki tua tersebut, semenjak tidak bisa bertemu dengan istri dan anaknya yang pergi ke Kalimantan membuat batinya tersiksa dan akhirnya hilang ingatan tidak kuat menangung beban hidup. Rudi sempat di tangkap akibat pembunuhan yang pernah dia lakuka tapi berhubung sudah kehilangan akal maka diapun di lepaskan dan di taruh di rumah sakit jiwa di magelang.Di rumah sakit jiwa pun rudi sering mengamuk dan mengangu yang lainya akibatnya di tempatkan di ruang isolasi.setelah sekian lama di RSJ rudipun akhirnya bisa keluar meskipun ingatanya belum pulih tapi sudah tidak seperti semula yang mudah mengamuk dan menganggu orang tapi sifatnya yang pemarah belum bisa hilang dari sifatnya. Kini dia berjalan mengembara tak tentu arah hingga terdampar di jogya  di dalam gedung kosong biasanya dia tinggal. Karena kadang-kadang sering marah-marah menyalahkan diri sendiri dengan memukul mukul dadanya dan kadang menangis sesengukan Orang –orang di sekitar biasa memangilnya mbah wiro atau wiro sableng.

Walaupun wiro sering marah-marah sendiri tetapi ketika melihat seorang anak kecil hatinya pun akan luluh dan tiba-tiba menangis sendiri seperti mengingat sesuatu. Dulu ketika baru datang ke jogja masih banyak anak-anak kecil yang sering mengunjunginya maklum walapun hilang ingatan wiro bisa menghibur anak-anak dengan ilmu sulapnya yang di peroleh saat di rumah sakit jiwa, tetapi semenjak dia tertabrak motor yang mengakibatkan kakinya luka dan membengkak mengeluarkan bau tidak sedap banyak anak yang urung bertandang ke gubuknya.

Siang itu cuaca panas begitu menyengat karena matahari tepat di atas  kepala membuat burung pun enggan terbang seakan ingin selalu bersembunyi mencari keteduhan di balik rimbunya tumbuhan apalagi manusia tetapi tidak bagi mbah wiro mesti kakinya terseok-seok dirinya tetap berjalan tak tentu arah gak ada tujuan. Selang tak berapa lama melangkah di cuaca yang begitu teriknya kaki mbah wiro alias rudi sudah tak kuat lagi menopang tubuhnya yang makin kurus saja.Mbah wiro pun terjerembab di jalan kepalanya membentur aspal darah pun mengucur dari dahinya.Suasana jalan yang begitu sepi membuat tak ada seorang pun yang menolong mbh wiro yang tergeletak di pinggir jalan.

Mobilku pun kupacu agak cepat karena sebentar lagi harus menemui winda salah satu rekan bisnisku yang sudah menunggu di café andalas n resto untuk membicarakan bisnis sekalian makan siang.Mobilku sengaja aku lewatkan  jalan A.yani  untuk memotong arah biar cepat sampai ke café. Baru  berapa meter melewaiu jalan A.Yani aku melihat seorang tergeletak di pinggir jalan dengan darah membasahi  jalan dengan spontan aku meminggirkan mobil untuk melihat dan menolong orang tersebut. Begitu turun dari mobil akupun segera mengecek nadinya dan  ternyata masih berdenyut tanpa pikir panjang segera ku bawa ke rumah sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan. Setelah sampai ke rumah sakit dengan di bantu petugas tubuh mbh wiropun di bawa ke unit gawat darurat kepada petugas jaga kala ada apa-apa dengan pasien untuk segera hubungi aku karena aku yang bertangung jawab.

Setelah membawa mbah wiro kerumah sakit terdekat mobil ku pacu segera untuk menemui winda maklum aku sudah terlambat hamper lima belas menit. Selang beberapa menit sampai juga ke café andalas tanpak winda masih menunggu setia di pojok ruang aku pun segera menghampirinya. ”sory winda telat karena tadi nolong orang kecelakaan,”. Mendengar ucapan dari ifan yang setadinya winda mau marah mengurungkan niatnya malah kelihatan cemas “ kamu nabrak orang fan…”? .”ngak kon win Cuma pas tadi lewat jalan A.Yani  aku lihat orang tergeletak di pinggir jalansepertinya habis tabrak lari spontas saja aku menolongnya  kasihan gak ada yang peduli,”. Kecemasan winda pun hilang setelah mendengar penjelasanku maklumlah selain sebagai rekan bisnis winda juga naksir aku ia takut terjadi kenapa-napa terhadap aku...BERSAMBUNG

Komentar